<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434</id><updated>2012-02-16T19:51:48.710+07:00</updated><title type='text'>zamzami</title><subtitle type='html'>Jangan pikirkan apa yang akan kamu buat, tapi bekerjalah, berjalanlah, jejak-jejak itu yang sesungguhnya engkau ingin buat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-356536466389736687</id><published>2011-06-11T21:24:00.001+07:00</published><updated>2011-06-11T21:24:22.387+07:00</updated><title type='text'>galau</title><content type='html'>tiba-tiba angin kerinduan berdesir menyapu relung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyesak jiwa gersang, kerontang dan berdebu menjadi usang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin kembali ke jalanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mengajarkan kehidupan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengar banyak cerita dan kisah anak kecil hingga orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik maupun buruk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang manusia dan hidupnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang perasaan dan logika keserakahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang perjuangan hidup mempertahankan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bosan aku pada coretan koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyampah saja tak beraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagai asbak rokok bercampur genangan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada tempat untuk bersandar dan bergantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang kecil, lemah dan teraniaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka tak cukup hanya berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharap perubahan alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah aku ingin berjalan menyusuri lorong tak tersentuh tak bersuara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*16 April 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-356536466389736687?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/356536466389736687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=356536466389736687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/356536466389736687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/356536466389736687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2011/06/galau.html' title='galau'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-9138678364381224680</id><published>2010-12-31T15:41:00.000+07:00</published><updated>2010-12-31T15:41:25.168+07:00</updated><title type='text'>Pelangi di Kapal Para Ksatria</title><content type='html'>Setelah perjalanan panjang dari Pekanbaru, Jakarta lalu disambung Bangkok, Thailand, seyogyanya itu sangat melelahkan apalagi dilakukan di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tetapi entah kenapa, yang terasa di dada ini justru semangat yang menggebu-gebu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu setiba Bandara Internasional Suvarnabhumi, sebuah taxi mengantar kami, rombongan dari kantor perwakilan Indonesia, Greenpeace Asia Tenggara melaju cepat ke Bangkok Port, tempat di mana sebuah kapal bersejarah sepanjang perjuangan membela lingkungan bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rainbow Warrior, kapal berbendera Belanda milik Greenpeace itu melego jangkar dengan tenang. Kebesaran nama kapal inilah yang membuat saya beserta tiga orang teman Indonesia lainnya begitu bersemangat. Maklum, selama ini kami hanya mendengar harumnya sejarah perjuangan melawan perusak lingkungan tanpa pernah menaikinya. Dan hari itu, bukan hanya menaikinya, tetapi kami hidup bersama 15 awak kapal dari berbagai negara selama 7 hari lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rainbow Warrior, dimana saya hidup bersamanya seminggu penuh itu pertama kali diluncurkan pada 10 Juli 1989. Empat tahun sebelumnya, kapal yang asli tenggelam pada 1985 setelah dibom agen rahasia Perancis karena para aktivis Greenpeace bersama Rainbow Warrior memprotes percobaan nuklir Perancis di Pasifik. Seorang fotografer di dalam Rainbow Warrior meninggal dalam serangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenggelamnya Rainbow Warrior menyebabkan kemarahan warga dunia dan mereka bekerjasama membantu membangun kapal baru yang membuktikan “Anda tidak bisa menenggelamkan sebuah pelangi” – You Can’t Sink A Rainbow”. Dan perlawanan percobaan nuklir di Pasifik pun berhasil. Bertahun-tahun berikutnya, kapal dan sejarahnya ini, dedikasi para awak dan jutaan supporter Greenpeace terus berjuang melawan perusak lingkungan, perburuan paus, perang, perubahan iklim di seluruh perairan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama di kapal, 15 peserta pelatihan kampanye dari empat negara, Indonesia, Filipina, Thailand dan China yang beruntung itu saling berkenalan satu sama lain, juga dengan para awak kapal. Dan pelangi itu ternyata bukan hanya tertulis di lambung kapal, tetapi juga para awak yang berasal dari berbagai negara di antaranya Jerman, Ghana, Tunisia, Belanda, Spanyol, Thailand, Inggris, Filipina, Swedia dan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peduli lingkungan bukan hanya tampak dari kampanye-kampanye Greenpeace di media. Di kapal, siklus hidup juga didasarkan pada keramahan lingkungan. Seperti membedakan sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik pun dipisahkan pembuangannya berdasarkan sampah-sampah plastik, kaleng dan kertas yang bisa didaur ulang. Begitu juga penggunaan air harus dihemat dan itu berlaku dari sang Kapten yang memiliki otoritas kepemimpinan sampai relawan. Begitu juga tugas piket bersih-bersih kamar mandi, ruang makan hingga dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama latihan, kami berlayar hingga beberapa mil menjauh dari daratan Bangkok dan melego jangkar untuk 6 hari kedepannya. Hampir setiap hari, saya menikmati suasana sunrise di dek depan. Dan di permukaan laut yang jernih, ratusan bahkan ribuan jelly fish atau ubur-ubur berimigrasi dengan teratur dan bergerak lembut. Bahkan di hari ketiga, Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara yang juga ikut dalam pelatihan itu sempat melihat beberapa ikan lumba-lumba merah jambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa indahnya harmoni kehidupan laut yang damai ini,” pikirku dalam hati. Namun tiba-tiba saya menggelengkan kepala dan mengumpat dalam hati, “Ikan-ikan rentan itu kini menghadapi bencana serius,”. Bukan hanya karena pemanasan global yang merusak ekosistem bawah laut, jauh dari itu, penggunaan energi kotor batubara di kawasan industri terbesar di Thailand, Map Ta Phut estate di Provinsi Rayong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan batubara untuk pembangunan energi baik di Map Ta Phut maupun di berbagai negara termasuk Indonesia di Cirebon telah terbukti efektif mendorong perusakan ekosistem laut dan berdampak domino pada mata pencaharian masyarakat nelayan dan mengubahnya menjadi kemiskinan. Belum lagi dampak kesehatan dan pemanasan global dari emisi karbon yang dihasilkan. Padahal ada sumber energi yang sedang berkembang pesat di Eropa, yakni panas energi matahari, panas bumi dan angin. Semuanya terbukti rendah emisi karbon dan lebih ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegundahan dan rasa geramku terhenti saat seorang kawan dari China memberitahu bahwa peserta harus segera berkumpul di ruang utama untuk pelatihan. Sambil menatap ubur-ubur yang bergerak lembut, saya pun berlalu ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di kapal, saya suka mendengarkan pengalaman para kru kapal mengarungi lautan untuk kampanye hijau dan damai. Satu di antara cerita itu adalah Mehdi, dari Tunisia yang juga seorang muslim. Meski pekerjaannya di kapal sebagai mekanik kapal karet yang berpanas-panas dengan matahari tengah lautan, ia tetap berpuasa. Mehdi sudah lebih dari 18 tahun mengarungi lautan bersama kapal-kapal Greenpeace, baik Rainbow Warrior, Esperanza maupun Arctic Sunrise. Dan kali ini, adalah pelayaran terakhirnya bersama Rainbow Warrior. Sebab tahun depan, rencananya Kapal Rainbow Warrior yang ketiga akan diluncurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari ketiga, kami berlatih bagaimana menggunakan kapal untuk berkampanye dan menyebarkan berita hingga ke seluruh dunia. Termasuk bagaimana mengemudikan sebuah kapal karet bermesin. Dan ternyata bagi saya orang daerah dari kota yang baru berkembang di Pulau Sumatera, ternyata rumit. Dan itu perlu komunikasi yang super intensif antarsatu bagian dengan bagian lainnya di kapal. Juga harus bisa memahami satu per satu teknologi canggih yang ada di Kapal Rainbow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah bagaimana dengan kapal yang paling canggih teknologinya seperti Arctic Sunrise yang jika berlayar di lautan kutub tidak akan memecah es yang dilewatinya. Pasti saya akan terlihat makin katrok,” pikirku sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran-pelajaran selama latihan membuat kepalaku makin bergairah. Banyak ide baru dan gambaran-gambaran sebuah kampanye internasional yang tentu saja memperkaya pengetahuanku. Gairah itu pun meledak-ledak, seperti ingin segera saya aplikasikan dalam kehidupan. Setidaknya bagaimana harus konsisten hidup dengan standar-standar ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian bergairah di kepala, tidak bagi lambungku yang tidak terbiasa berlayar berhari-hari. Hari keempat, tiba-tiba berkontraksi. Saya mabuk laut dan itu cukup menderita. Tapi tenang, di kapal juga ada kru khusus untuk urusan kesehatan. Namanya Lesliy, asal Australia dengan penuh perhatian memberiku pengarahan dan obat anti-mabuk laut. Meski ada ruang khusus untuk yang sakit, saya berusaha untuk tidak masuk ke dalamnya. Jika saya masuk, tentu saja banyak pelajaran yang saya lewatkan. Dan secara pribadi, itu merugikan. Mabuk laut juga dialami peserta perempuan dari Filipina dan dia harus mengalaminya selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir pelatihan adalah tanggal 9 September, atau satu hari sebelum lebaran Idhul Fitri. Namun saya dan 3 perwakilan kantor Indonesia lainnya harus pamit lebih awal pada tanggal 8 September. Sebab kami tetap ingin merayakan lebaran bersama keluarga di Indonesia, ada yang Jakarta ada juga yang melanjutkan penerbangan dari Jakarta ke Pekanbaru. Dan itu berarti tetap saja tanggal 9 saya baru akan ada di Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba saya kembali terpikir, bagaimana dengan Mehdi yang harus merayakan Idhul Fitri di Kapal Rainbow. Atau para kru kapal yang harus merayakan Natal atau hari keagamaannya di kapal, di tengah samudera? Saya pun teringat pada sebuah ramalan Indian kuno yang mengatakan, “Akan tiba saatnya bumi menjadi sakit akibat keserakahan umat manusia, dan sekelompok ksatria akan turun dari pelangi untuk menyelamatkan bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini dimuat di Majalah DiveMag Indonesia edisi Desember 2010. Silahkan follow twitter majalahnya di @divemag_indo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-9138678364381224680?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/9138678364381224680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=9138678364381224680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/9138678364381224680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/9138678364381224680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/12/pelangi-di-kapal-para-ksatria.html' title='Pelangi di Kapal Para Ksatria'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-1793397928264199366</id><published>2010-10-10T12:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-10T12:37:13.316+07:00</updated><title type='text'>Tangan Kanan Menhut Menanam, Tangan Kirinya Menebang</title><content type='html'>Setelah berjam-jam terbang di atas hutan Riau pada 23 September 2010 kemarin, Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan mengaku miris. Miris pada kondisi hutan yang terbakar, rusak dan hancur. Dan ia mengaku, menyaksaikan langsung perambahan hutan dan terbakarnya kawasan hutan. Dan itu ia saksikan dari atas bumi di titik-titik koordinat GPS yang ditetapkan oleh para pengusaha perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah capek terbang, ia pun meluncurkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi atau KPHP Tasik Serkap Besar seluas 513.276 hektar, sebuah model pengelolaan kawasan hutan untuk mengakomodir tuntutan masyarakat, perusahaan dan para aktivis lembaga swadaya masyarakat. Apalagi kawasan Semenanjung Kampar direncanakan sebagai pilot project untuk kerjasama penurunan emisi pemerintah RI-Norwegia yang diteken pada akhir Mei lalu. &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/09/23/170534/1446974/10/menhut-resmikan-kphp-semenanjung-kampar-riau"&gt;(di sini)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran itu dihadiri seratusan masyarakat dan para pihak di antaranya pejabat tinggi di daerah seperti Gubernur Riau Rusli Zainal, Bupati Pelalawan dan perwakilan Bupati Siak. Juga hadir Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin dan pejabat dari Sinar Mas Forestry. Sementara itu juga terlihat sejumlah LSM terlihat aktivis Greenpeace, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Scale up dan WWF. Padahal mereka tidak mendapat undangan resmi. LSM saja tidak diundang, lalu bagaimana masyarakat yang notabene selaku sasaran utama dari kebijakan kehutanan? Tentu saja luput dari undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun melihat pentingnya deklarasi tersebut dan untuk update kampanye penyelamatan Semenanjung Kampar, para aktivis LSM itu pun mengajak masyarkat terutama dari Desa Teluk Meranti untuk hadir. Seharusnya ada enam perwakilan masyarakat yang hadir mendengarkan pidato pak menteri, namun dua warga lainnya tertahan di luar gedung karena hanya beralaskan sendal. Sendal dilarang masuk ke kantor gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya pak menteri memberikan sambutan. Namun Menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini malah memilih untuk bercerita. Cerita ini pun dimulai dari aktifitasnya di luar negeri baik pada saat sekarang bertugas sebagai Menteri Kehutanan maupun ketika masih remaja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu ketika saya ke Korea hanya terlihat gunung-gunung batu. Namun pas sekarang ke sana, tidak lagi terlihat lagi, justru yang tampak gunung-gunung yang hijau sepanjang mata memandang. Saya heran dan bertanya kepada pejabat pemerintah Korea. Ya, kalau di Indonesia, samalah dengan Saya, Menteri Kehutanan. Pejabat itu mengatakan, sekarang dengan batang pohon, kita bisa menghasilkan uang. Mereka pandai memelihara lingkungan dan pandai bersyukur,” begitulah kira-kira pak menteri berkisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat saya ke tempat anak saya yang belajar di Australia (Pak Menteri menyebut nama kota, tapi saya lupa). Di kedutaan ada pohon. Dan pejabat di sana bilang, jangan main-main dengan pohon di sini, pak. Kenapa? Kalau di sini mematahkan ranting saja harus lapor ke pemerintah. Kalau tidak, bisa didenda. Bayangkan di sana saja mematahkan ranting saja bisa kena denda. Betapa bagusnya mereka menjaga lingkungan. Sementara di sini, saya tadi terbang melihat masih ada hutan yang terbakar. Kita kurang bersyukur,” demikianlah kira-kira pak menteri bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun terus bercerita. Berikutlah kira-kira. “Untuk itulah sejak awal saya berpikir, banyaknya pekerjaan di kementerian kehutanan, singkatnya dibagi tiga, di antara penanaman pohon atau restorasi. Inilah program yang terus saya lakukan hingga sekarang. Bahkan saya sangat senang dengan bapak Kapolri yang selalu mengajak masyarakat untuk menanam pohon.” Cerita pak menteri ini, sejak awal direkam atau disaksikan sejumlah wartawan televisi, radio dan cetak yang hadir menyaksikan pencanangan KPHP itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang pak menteri berkisah, sepanjang itu pula ingatan saya tertuju pada 17 izin penebangan hutan kaya karbon dan bernilai tinggi konservasi di hutan-hutan Riau ia keluarkan sekitar bulan Maret dan diketahui publik pada awal Juli lalu. Greenpeace sendiri memperkirakan izin yang menghalalkan penebangan pohon sekitar 10 juta meter kubik dari 17 konsesi baru. Dari 17 konsesi itu, 11 konsesi milik Sinar Mas dan 6 konsesi milik APRIL. &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/07/06/134308/1393934/10/greenpeace-tuding-menhut-tidak-mendukung-pengurangan-emisi-karbon"&gt;(di sini)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa gunanya Anda bicara soal penanaman sementara hal yang sebaliknya, memberikan izin penghancuran hutan juga Anda lakukan, pak menteri? Bukankah masalah HTI milik PT RAPP di Semenanjung Kampar yang kemudian dikenal di belahan dunia pada akhir tahun 2009 juga diterbitkan oleh kementerian Anda? Meski disahkan oleh pejabat sebelum Anda. Namun pada Maret atau April 2010, melalui tangan Andalah, izin penghancuran hutan di sebelah konsesi PT RAPP itu diterbitkan. Padahal nyata-nyata kedalaman gambut di areal itu lebih dari tiga meter dan itu dilindungi oleh undang-undang. Dan Anda sendiri baru-baru ini mulai berpikir tentang pentingnya gambut dilindungi termasuk pada 7 September kemarin dalam siaran pers dari kantor Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memori saya sibuk membuka lembaran-lembaran izin penebangan hutan yang telah terbit dan berdebat imajiner dengan Anda, tiba-tiba saya terhenti dan kembali fokus cerita yang terus Anda kisahkan. Begini kira-kira kutipannya. “Saya tadi juga melihat pusat pembibitan milik perusahaan. Dan ini yang seharusnya kita lakukan. Kedepan kita akan membuat nursery (pembibitan) dan ini akan kita canangkan tahun depan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tersentak dengar cerita itu. Bukan kah pembibitan sudah diinisiasi oleh masyarakat Teluk Meranti beberapa bulan lalu dan jumlahnya sekitar 9 ribu bibit (&lt;a href="http://www.padangmedia.com/?mod=berita&amp;id=62711"&gt;di sini&lt;/a&gt;). Kenapa inisiasi yang didukung LSM ini tidak mendapat perhatian dari pak menteri? Apakah karena masyarakat tidak bisa mendanai helikopter? Ya, memang logis, masyarakat tak mampu mendanai biaya heli yang satu jam-nya sekitar US$ 1.800.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya pak menteri. Cerita Anda hanyalah pepesan kosong belaka pak menteri. Ibarat tangan kanan Anda menanam, tapi tangan kirinya menebang. Tapi kerja tangan kiri Anda sudah menebangi sekitar 112 ribu hektar hutan Riau. Sementara tangan kanan Anda, baru akan memulai menanam. Bisakah tangan kanan Anda menghutani kembali hutan-hutan di Riau itu sebelum masa jabatan Anda habis atau sebelum ajal Anda, pak menteri? Termasuk gundulnya hutan di kawasan Bukit Tigapuluh, sebuah kawasan bagi habitat harimau dan gajah Sumatera. Ketika Anda berhenti bercerita, Anda pun berharap para LSM untuk mengawasi pengelolaan Semenanjung Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika seorang masyarakat Teluk Meranti menyela sopan konfrensi pers dan bertanya tentang bagaimana dengan nasib masyarakat dalam pengelolaan KPHP itu, Anda pun menjawab singkat karena sesaat setelah itu, pak gubernur berbisik lalu Anda berdua beranjak meninggalkan si orang desa tadi yang masih bingung dengan konsep KPHP yang Anda canangkan untuk kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tags: Penghijauan, Greenpeace, Hutan Riau, Deforestasi, Emisi Karbon, Hutan, Semenanjung Kampar, LoI RI-Norwegia, Teluk Meranti, Menhut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-1793397928264199366?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/1793397928264199366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=1793397928264199366' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1793397928264199366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1793397928264199366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/10/tangan-kanan-menhut-menanam-tangan.html' title='Tangan Kanan Menhut Menanam, Tangan Kirinya Menebang'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-3999345664018634069</id><published>2010-05-14T02:29:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T02:29:57.849+07:00</updated><title type='text'>Wanita</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Minggu-minggu ini banyak hal yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Mulai soal gedung DPR yang sudah dianggap miring lalu berharap terkucurkan dana pembangunannya Rp 1,8 triliun, sementara dalam sebuah berita yang ditulis teman di Pekanbaru, tentang seorang kepala sekolah SD yang khawatir tiang bendera di halaman sekolah itu rubuh dan menimpa anak-anak didik sebab kemiringan tiang bendera cukup memprihatinkan, justru jadi ironi&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Lalu Susno Duadji yang kembali highlight dalam sorotan kamera, karena membeberkan data-data korupsi di rumahnya sendiri, institusi Polri dan kemudian kini Sang Jenderal justru ditahan. Apakah akhir serial kisah si &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;creator&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt; Cicak versus Buaya ini seperti yang dialami oleh Frank Vincent Serpico, anggota kepolisian kota New York (NYPD) yang membongkar kasus korupsi pada tahun 1970 dan 2 tahun berikutnya ia hidup dalam ancaman pembunuhan dan konspirasi institusinya atau Mayor polisi Aleksey Dymovksy yang ditahan Januari tahun ini lalu Maret kemarin baru dibebaskan dengan syarat tidak boleh keluar dari kota Novorossiisk, Rusia, tempat ia dulu bekerja.&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Juga kepergian Mulyani ke Bank Dunia yang terkesan penyelamatan muka si Tuan Presiden yang sudah lelah oleh pertikaian di legislatif. “Pemimpin Jangan Korbankan Anak Buah,” kata Sri Mulyani Indrawati di Kompas (7/5/2010). &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Belum lagi ironi kehidupan anak-anak pintar yang harus menanggung putus pendidikan karena keluarganya miskin. Sebut saja Shelly Silvia Bintang, pelajar SMA 1 Denpasar, Bali yang mendapatkan nilai 57,9 pada Ujian Nasional kemarin&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Tapi diriku justru sibuk menyimak curhatan seorang teman pria yang kini terbelit urusan hati. Apalagi kalau bukan seorang wanita. Maklum, cinta tidak bisa dibendung. Jika ditahan, cinta itu akan tumpah dan merusak yang ada di sekelilingnya. Justru soal ini yang menurutku paling menarik untuk tulisan kali ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Banyak teman yang lain bertanya soal ini. Namun dua bulan terakhir, si pria ini bisa menjawabnya sebab ia memang sedang jatuh cinta. Pada wanita desa, seorang guru SD dan SMA lalu kini menambah kesibukan dengan menerima kelas &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;private&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt; dua kali seminggu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Wanita desa itu menarik perhatiannya meski mereka belum berkenalan. Pandangan pertama itu terjadi di dalam sebuah angkutan desa ketika si pria pulang dari merantau ke sebuah kota di seberang pulau. Pertemuan kami begitu tertata sehingga bisa disebut ini jalan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Senyumnya manis, demikian curhatan itu mengalir. Si wanita adalah guru bahasa inggris dan ini cukup mendukung karir si pria dan dunia kerja zaman sekarang. Seperti halnya mencintai seorang wanita, ia pun mulai menggodanya. Tapi tentu saja, si pria yang menjalani hidupnya secara simple, hanya butuh komitmen, suatu hal yang hingga mereka putus tidak pernah terlontar dari bibir si wanita yang memikat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Mungkin begitulah bedanya wanita desa dengan kota, kata seorang temanku. Wanita desa tidak suka berbicara komitmen, tapi lebih pintar menunjukkan perasaan dengan prilaku. Ya, pikir si pria. Kesimpulan ini memang pernah ia rasakan dari masakan dendeng balado yang khusus dipersiapkannya, meski wanita itu sadar, pada hari yang sama bisa saja mereka berpisah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Di beberapa fragmen hidupnya, banyak wanita kota yang terang-terangan memperlihatkan rasa ketertarikan pada sang pria bahkan secara verbal diungkapkan. Tapi sayang, mata hati dia belum terbuka. Tidak ada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;chemistry&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;, kata pria-pria single di acara Take Me Out Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Persoalannya adalah pria itu terlampau tua di kota, sehingga tak paham membaca ekspresi. Namun karena komitmen cintanya yang cukup dalam, ia terus menggoda si wanita. Namun ternyata, setelah lelah menggadai perhatian, pulsa juga komitmen, si wanita pun mengambil keputusan sendiri, memilih kembali ke pacar lamanya. Vonis salah jatuh pada ketidakcocokan, kurang komunikasi dan kesibukan si pria yang melanglang buana dari satu kota ke kota lain menyebabkan si wanita merasa kurang diperhatikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Benarkah ia kembali ke pacar lamanya? Si pria pun tidak peduli. Kalau putus, ya putus saja, katanya. Namun belum genap 24 jam PHK (pemutusan hubungan kasih), si wanita kembali menghubunginya melalui pesan singkat. Lalu hari berikutnya meningkat menjadi saling menelpon, hingga satu kali, sebuah SMS diterima dan tertulis, “Jujur saja bang, sebenarnya adek sering rindu,”. Nah loh, kata si pria. Ada apalagi ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Namun karena merasa lebih dewasa, si pria ini pun meladeni dan ternyata terungkap, wanita desa ini masih cinta dan itu adalah ungkapan perasaannya yang pertama kali selama kasih terjalin dua tahun lalu. Telpon-telponan itu pun sempat mendayu-dayu dalam kasmaran. Tapi apalah guna, nasi sudah jadi bubur. Putusan menerima lamaran mantan pacar sudah diamini. Tidak usalah lagi cinta itu terajut kembali yang hanya akan menjadi sebuah hubungan terlarang meski si wanita berulang kali mengatakan gamang atas pilihannya menerima lamaran sang mantan. Hubungan yang menyedihkan bukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Dari hasil pelacur (pelan pelan curhat) teman itu, banyak hal yang bisa direfleksikan. Setidaknya bagi penulis. Adakah cinta itu tidak butuh sebuah komitmen verbal? Jawabannya butuh. Itu sebabnya kenapa ada ijab qobul. Sebab orang dewasa butuh komitmen. Komitmen adalah inti dari kejujuran dan integritas jiwa seseorang. Komitmen juga mencerminkan sebuah perjuangan, bagaimana orang itu berusaha memperbaiki dirinya yang rusak atau meningkatkan kwalitas sehingga tidak berimbas pada komitmen. Nah pertanyaaanya, adakah Anda wanita yang menghargai komitmen? Come to papa.... he....he...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;Catatan untuk readers:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://antaranews.com/berita/1273738694/tiang-bendera-miring-di-sekolah-markum"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;http://antaranews.com/berita/1273738694/tiang-bendera-miring-di-sekolah-markum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://news.id.finroll.com/home/editorial/264656-susno-duadji-serpico-dan-aleksey-dymovsky.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;http://news.id.finroll.com/home/editorial/264656-susno-duadji-serpico-dan-aleksey-dymovsky.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/05/10/08543636/Permainan.Macam.Apa.Ini-8"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;http://nasional.kompas.com/read/2010/05/10/08543636/Permainan.Macam.Apa.Ini-8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="margin-left: 14.2pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/05/10/08543636/Permainan.Macam.Apa.Ini-8"&gt;&lt;/a&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://video.tvone.co.id/arsip/view/38826/2010/05/12/kisah_ironis_si_jenius_shelly_silvia_yang_tak_bisa_kuliah/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #351c75;"&gt;http://video.tvone.co.id/arsip/view/38826/2010/05/12/kisah_ironis_si_jenius_shelly_silvia_yang_tak_bisa_kuliah/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-3999345664018634069?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/3999345664018634069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=3999345664018634069' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/3999345664018634069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/3999345664018634069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/05/wanita.html' title='Wanita'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-4076238965197156157</id><published>2010-04-18T21:07:00.001+07:00</published><updated>2010-04-18T21:08:22.081+07:00</updated><title type='text'>Kelumit Kisah yang Bergantung pada Janji Allah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Ada seseorang yang menggunakan nama baiknya untuk meminjamkan uang ke seorang sahabat.&amp;nbsp;Uang itu akan digunakan untuk membantu teman lainnya yang sedang butuh sekali.&amp;nbsp;Dan teman itu berjanji akan mengganti uang pada hari yang disepakati, Jumat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Namun Tuhan berkata lain, saat uang itu masuk ke rekening pada waktu ia harus mengembalikan, ternyata teman itu terlambat 10 menit untuk antre di teller sebuah Bank. Karena teller udah tutup. Sementara untuk ambil tunai atau transfer, ia tak punya Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Padahal uang itu sudah terdebit di rekeningnya, tapi tak bisa dicairkan. Teman itu pun pusing, lalu disarankan untuk pinjam uang orang lain, artinya tetaplah ia berusaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Seseorang yang sedang diujung tanduk nama baiknya itu, berusaha memahami situasi temannya. Seseorang itu kembali menggunakan nama baiknya untuk menunda pembayaran utang hingga Senin depan, sekitar 3 hari berikutnya. Dan disetujui, molornya pembayaran. "Jangan meleset lagi ya," demikian kira2 SMS dari si kreditor baik hati itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Minggu, seseorang itu kembali menghubungi temannya untuk mengingatkan agar siap2 antre pada Senin pagi hari di Bank. Dan ternyata, Tuhan berkata lain. Orangtuanya kena musibah dan perlu dioperasi. Uang sudah ditarik kembali oleh orang tuanya untuk biaya masuk rumah sakit. Kebetulan orang bank itu adalah tetangga orangtuanya dan dengan mudah uang yang udah ditransfer dapat diambil lagi pada hari yang sama. Pembayaran utang yang tertunda pun buyar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Nah lo.... Bagaimana dengan nama baiknya? seseorang itu kembali berusaha mengerti situasi temannya yang kena musibah begitu banyak. Tapi meski ini cobaan, tetap saja seseorang itu berpikir tentang nama baiknya. Persoalannya tambah berat karena si kreditor juga sudah menunda pembayaran kewajiban kredit2nya yang jatuh tempo dari leasing2 elektronik akibat penundaan dari hari Jumat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Akhirnya seseorang itu kembali menggunakan nama baiknya (masih punya nama baik juga toh?) untuk meminjam ke kreditor baik hati lainnya. Lalu cairlah uang pinjaman lagi untuk menutup pinjaman dari kreditor pertama. Kepada si kreditor kedua, seseorang yang mengaku punya nama baik itu pun berjanji, pembayaran akan digaransi dengan gaji sendiri yang akan jatuh tempo pada seminggu mendatang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Teman yang kena musibah yang wajahnya sudah letih, rambut acak-acakan, akibat putar2 Pekanbaru untuk cari pinjaman, akhirnya tersenyum sumringah. Sementara waktu ia lega. "Sejak ditelpon tadi, dah terasa lapang," katanya tersenyum kecil. Saat ditelpon, ia mengaku masaih mutar-mutar kota untuk mencari pinjaman yang ternyata juga tidak dapat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Apakah interkoneksi kebaikan itu akan berakhir happy ending, dan sesuai rencana manusia? Hanya Tuhan yang tau akhir dari cerita itu. Tunggu saja 10 hari mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;18 April 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-4076238965197156157?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/4076238965197156157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=4076238965197156157' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4076238965197156157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4076238965197156157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/04/kelumit-kisah-yang-bergantung-pada.html' title='Kelumit Kisah yang Bergantung pada Janji Allah'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-5141835440310615666</id><published>2010-03-21T19:06:00.000+07:00</published><updated>2010-03-21T19:07:14.148+07:00</updated><title type='text'>Itu Cerita Mereka</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Entah kenapa, aku selalu larut dengan kisah seorang anak yang kemudian bisa membuat orangtuanya begitu bangga. Seperti cerita kakak-beradik yang ikut acara pencarian bakat, America Got’s Talent 2009. Si sulung, Michael berbadan besar usia 16 tahun, adiknya Avery dan si bungsu Nadia berusia sekitar 9 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Cerita itu bermula ketika ibu mereka, Felicia ditabrak pengendara truk yang mabuk pada tahun 2007. Kondisnya parah lalu dilarikan ke rumah sakit. Meski masih hidup, tapi Felicia koma selama 8 bulan dan cacat seumur hidup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tidak ingin larut dengan kenyataan itu, Cole meminta anak-anaknya bernyanyi di samping ibu mereka yang entah mendengar atau tidak karena koma. Meski demikian, Michael, Avery dan Nadia tetap bernyanyi. Setiap hari. Mereka bernyanyi dengan perasaan yang mendalam. Selain itu, kakak-adik ini juga bernyanyi untuk perawat dan pasien-pasien di rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Kami bernyanyi di rumah sakit setiap hari. Hanya itu yang bisa kami lakukan,” ucap Michael saat Piers Morgan, satu di antara tiga juri America Got’s Talent 2009.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan di audisi besar pertama, kelompok penyanyi bernama Voices of Glory ini tampil begitu sempurna di hadapan ribuan orang. Suara yang begitu bulat dan berkarakter. Seluruh penonton tampak beberapa menit memberikan standing applause. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bahkan jauh sebelum mereka bernyanyi, ketiganya memiliki begitu semangat yang tulus dan kuat. Apalagi ketika Piers Morgan bertanya inspirasi apa yang menyebabkan mereka tampil di America Got’s Talent. Michael dengan sahaja menjawab bahwa kecelakaan ibunyalah yang mengispirasi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sharon Osbourne, juri lainnya pun terharu. Begitu pula ribuan penonton yang memadati hall. Ketika ditanya, di mana ibu mereka saat itu, Michael mengatakan, ibunya ada di belakang panggung. Sontak penonton meminta ibunya di bawa ke panggung. Hall itu pun bergemuruh. Air mata Sharon pun jatuh beberapa kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Voices of Glory akhirnya tampil hingga semifinal. Namun tawaran untuk konser datang dari berbagai pelosok negeri paman sam itu. Bahkan di penobatan Walikota Newburgh, mereka diundang spesial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di Indonesia, juga ada kisah inspiratif. Siang tadi, acara pencarian bakat, Indonesian Idol yang aku dengar, soalnya lagi di kamar mandi, dan tidak terdengar jelas. Seorang pengamen, laki-laki usia duapuluhan tahun dari Surabaya berhasil membawa tiket emas untuk audisi di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Apa yang menginspirasi? Dia hanylah pengamen namun juga mahasiswa. Ia berasal dari keluarga tidak mampu karena itu ia mengisi waktu luang dengan mencari tambahan uang, yakni mengamen. Uang hasil kerjaan di jalanan itulah yang membiayai kuliah dan juga menanggung semua biaya hidup adik perempuannya yang juga sedang kuliah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ada juga cerita dari peserta Indonesian Idol yang dapat tiket emas untuk audisi di Jakarta, seorang remaja putri dari Ambon. Ia memiliki saudara yang semuanya perempuan. Meski tidak dijelaskannya secara gamblang, ayahnya pergi meninggalkan mereka dan ibunya. Sudah lima bulan mereka ditinggal. Bukannya marah pada sang ayah yang menelantarkan mereka, melalui rekaman di sesi audisi Ambon, dengan terisak namun berusaha tegar ia mengatakan, bahwa tiket emas itu dipersembahkan untuk ayahnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sesungguhnya mereka adalah anak-anak jaman sekarang yang masih punya sesuatu yang membanggakan orangtua mereka. Meski dunia kecil mereka tak sesempurna anak-anak yang orangtuanya berkelebihan harta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lalu pertanyaan alot itu kembali muncul di kepalaku. Sebuah pertanyaan yang sulit aku simpulkan jawabannya sejak beberapa tahun terakhir. Dari diri ku sekarang, apa yang telah membuat engkau bangga? Sebuah pertanyaan yang aku takut untuk menjawabnya lisan apalagi berpacu dengan pagi dan malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di antara banyak tanggungan dan kewajiban, meski itu mutlak tersebab dari kesalahan orang lain, bisakah aku berpusat hanya pada kebanggaan seorang anak, ayah-bunda ku? Bukankah tangan ini hanya dua. Sementara berpasang-pasang tangan keriput dan kencang, mereka bergayut lemah di pundak kurus ini. Telpon genggam yang selalu berdering seolah aku merasa terpojok. Terpikir untuk lari, tapi maaf ayah-bunda, aku tak bisa mengabaikannya. Mungkin itulah, kenapa Tuhan masih memberiku rejeki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun untuk kalian saja belum cukup bisa membuatmu bangga dan itu pun butuh waktu. Sementara hidup selalu ada tantangan. Kadang kita jatuh, kadang bangkit. Bukankah semuanya pasti akan berubah?. Jangankan untuk bertanya tentang kebahagiaan hidupku sendiri. Atau mungkinkah senyuman yang merekah di wajah mu itu adalah kebahagiaanku yang sesungguhnya dan engkau bangga pada ku? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-5141835440310615666?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/5141835440310615666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=5141835440310615666' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/5141835440310615666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/5141835440310615666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/03/itu-cerita-mereka.html' title='Itu Cerita Mereka'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-7298115253663616453</id><published>2010-03-16T19:47:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T19:48:39.605+07:00</updated><title type='text'>Tanah Merah (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2004, kesedihan itu berakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Mendapati tempat di sebuah ruang, berdua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Terkaget, sebuah percobaan membunuh waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Tak pelak, gelar gila melekat, tapi itu kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2005, kertas karbon berganti cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Terlupakan tentang tenggat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Gedung itu mulai bergairah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Darah muda bergelora cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2006, tak sempat berjenuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Semangat itu makin membara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Meresap tajam mata keahlian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Lalu terperangkap dalam lompatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2007, dunia baru menghampiri,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Ikhtiar berujung manis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Uji coba memang pantas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Mengenal banyak dunia jalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2008, rasa itu memuncak dan rindu tanah merah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Puncaknya berakar pada kota kecil tentram dan eksotik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Pengalaman itu begitu melompat-lompat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Hingga tak tau lagi, dimana mendarat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal 2009, rasa itu kembali memuncak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Puncaknya berakar pada desa kecil yang dilintasi sungai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Pengalaman itu berdampak hebat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Terlihat namun tak tampak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Awal tahun 2010, ingin ke tanah merah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Sudah kah di tanah merah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-7298115253663616453?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/7298115253663616453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=7298115253663616453' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/7298115253663616453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/7298115253663616453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/03/tanah-merah-lagi.html' title='Tanah Merah (Lagi)'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-609287358063462368</id><published>2010-03-05T15:31:00.000+07:00</published><updated>2010-03-05T15:34:24.114+07:00</updated><title type='text'>TIRAN</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Ini adalah note ku di fesbuk pada 1 November 2009 silam. Saat itu adegan panggung sandiwara di Indonesia adalah cicak-buaya. Ternyata setelah aku baca, note ini masih sangat relevan. Toh tokoh tirannya masih sama, SiBuaYa... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;-------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;Sudah lama aku melihat sosok Tiran&lt;br /&gt;Sosok yang dibungkus oleh topeng&lt;br /&gt;Topeng yang membuatnya kembali menang&lt;br /&gt;Menang karena memanfaatkan Tiran cilik&lt;br /&gt;Tiran cilik, ya intelektual yang sukanya menipu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum pesta di tahun 2004 itu dimulai,&lt;br /&gt;Topeng itu sudah dipasang, aku melihatnya dengan seksama,&lt;br /&gt;Tapi aneh, meski topeng usang itu sudah bulukan dan bercendawan,&lt;br /&gt;Teman-temanku masih juga mengelus-elus cendawan&lt;br /&gt;Cendawaan yang tumbuh di bagian hidung topeng di periode berikutnya,&lt;br /&gt;Padahal sudah kusampaikan, awas cendawan itu beracun&lt;br /&gt;Racun yang akan melukai mu bahkan membunuh keluarga mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiran ini kembali menunjukkan topengnya,&lt;br /&gt;Topeng yang ditunjukkan oleh tiran-tiran cilik,&lt;br /&gt;Dan dalam drama terakhir, ia memperbaharui topeng dan kwalitas ke-tiran-annya,&lt;br /&gt;Sama halnya dengan kapitalisme yang memperbaharui diri menjadi neo-lib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bendera kuning dan hitam di dalam gerombolan Tiran ini,&lt;br /&gt;Tapi sayang, ijtihad yang dilakukannya untuk kursi, bukan untuk perubahan.&lt;br /&gt;Awalnya kuning hitam ini merasa akan mampu mengubah&lt;br /&gt;Ternyata, kekuatan baru ini justru terperangkap,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tiran tidak tau, ada riak kecil di bawah panggungnya.&lt;br /&gt;Setiap babak drama yang dimainkan, setiap itu pula paku-paku di bawah panggung longgar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penonton yang sadar harus terus bersorak-sorai,&lt;br /&gt;Penonton harus terus bertepuk tangan dan berseru,&lt;br /&gt;Agar drama semakin panas dan bergelora,&lt;br /&gt;Agar bangunan panggung roboh..... dan Tiran terkapar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-609287358063462368?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/609287358063462368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=609287358063462368' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/609287358063462368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/609287358063462368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/03/tiran.html' title='TIRAN'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-1452560227566403006</id><published>2010-03-05T15:10:00.000+07:00</published><updated>2010-03-05T15:20:59.819+07:00</updated><title type='text'>Bicara Kita Bisa, Bertindak Siapa Bisa?</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Nicholas namanya. Seorang gardener atau tukang kebun di Belgia. Ia datang seorang diri ke Indonesia dengan menyandang ransel besar berisi sleeping bag, kelambu, pakaian ganti, dan buku bacaan. Sebelum semua itu dikemas, ia batalkan beberapa order potong rumput dan tata taman. Ia tinggalkan pekerjaan dan tolak keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Nicholas hadir di camp pelindung iklim yang dibangun Greenpeace bersama masyarakat di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Meski ransel di pundaknya lebih tinggi dari kepalanya, ia tetap tersenyum dan bersemangat. “Welcome to Indonesia,” kata seorang teman Indonesia sembari menjabat tangannya dengan hangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Nicholas bukan dapat pekerjaan baru atau baru memenangkan proyek yang akan mendatangkan uang lebih besar dari penghasilannya sebagai tukang kebun. Di Desa Teluk Meranti itu, ia justru mengangkat kayu jambu-jambuan (Myrtaceae) seberat lebih dari seratus kilogram dengan cara menyeretnya sejauh dua kilometer ke titik pengedaman kanal. Selain kayu sepanjang empat meter itu, ia juga rela mengangkut karung pasir seberat tujuh puluh kilogram sejauh tiga ratus meter. Itu dilakukannya berulang kali.&lt;br /&gt;Nicholas bukan satu-satunya relawan asing Greenpeace yang ikhlas meluangkan waktu hanya sekadar mengangkat kayu dan mengangkut karung pasir. Mereka ada sekitar 15 orang yang berasal dari Belgia, Finlandia, Spanyol, Brazil, Thailand, Philipina, Australia, India, serta Selandia Baru. Namun relawan Greenpeace dari Indonesia lebih banyak lagi, sekitar 40-an orang. Mereka datang dari pulau Jawa, Kalimantan, termasuk Riau dan Medan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Di Camp itu juga ada Bujang BK berusia 23 tahun. Di kampungnya, di Desa Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Bujang hanyalah tukang bangunan. Setamat kelas 5 SD, ia tak lagi melanjutkan sekolah karena penghasilan orang tuanya tak cukup. Kini, sehari-hari ia menjadi tukang di desanya. Ia pun hanya ahli memasang batu-bata, kuda-kuda, dan plester dinding.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Kehadirannya di camp Greenpeace itu diawali dari perkenalannya dengan aktivis lingkungan di desanya tahun 2007 lalu. Meski hanya tukang bangunan dan tidak tamat SD, Bujang sadar, hutan yang sudah rusak membuatnya berpikir ada pekerjaan yang lebih mulia. Walau pekerjaan itu tak menghasilkan uang atau membuatnya lebih kaya. “Aku jadi pecinta alam dan mau bergabung aksi di sini. Walau tanpa gaji alias relawan, aku rela demi masyarakat Riau dan dunia,” kata Bujang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Nicholas dan Bujang adalah sebuah potret nyata, ada komitmen dari penghuni planet ini. Komitmen untuk menjaga agar hutan dan lingkungan tetap menghasilkan udara bersih. Udara bersih untuk anak dan cucu mereka. Tak peduli, mereka berasal dari negara asing, atau hanya tukang bangunan.&lt;br /&gt;Malu rasanya menatap sorot mata mereka. Sementara pemerintah Indonesia tak juga sadar, kecuali sadar untuk berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Bertolak Belakang&lt;br /&gt;Di Pittersburg, Rusia—dalam pertemuan G-20—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara yakin menyatakan akan mengurangi produksi emisi karbon hingga 26 persen pada tahun 2020. Bahkan jika ada dukungan dari masyarakat internasional, pengurangan emisi karbon bisa mencapai 41 persen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemaparannya, Indonesia akan mencapai itu melalui lima langkah: penghentian deforestasi, pengendalian kebakaran hutan, pengawasan pembakaran lahan gambut, pengolahan daur ulang sampah, dan memaksimalkan penggunaan energi alternatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Memang tak heran, Presiden Indonesia yang menjabat kedua kalinya ini lebih senang berbicara daripada bertindak cepat. Sejumlah kalangan pun tak meyakini SBY akan mengurangi emisi karbon demikian besar di tahun 2020. Bahkan ketidakyakinan itu pun disampaikan menteri lingkungan Inggris saat berkunjung ke Riau pertengahan November lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Teguh Surya, perwakilan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang hadir di pertemuan iklim PBB di Kopenhagen minggu kedua Oktober ini bahkan mengatakan, perwakilan Indonesia tak punya misi yang jelas. “Delegasi Indonesia tak paham dengan persoalan yang kita dihadapi,” katanya kepada Tempo, Jumat (11/12).&lt;br /&gt;Kekaburan dari komitmen SBY terhadap pengurangan emisi karbon sangat jelas. Hal ini dibuktikan dengan perusahaan-perusahaan yang terus melakukan penghancuran hutan alam dan mengambil kayu alam untuk produksi kertas. Penghancuran hutan paling banyak berlangsung di Riau, Kalimantan, dan Papua.&lt;br /&gt;“Ternyata di akhir tahun 2009 ini, peredaran kayu alam Riau kembali merajalela. Departemen Kehutanan secara diam-diam telah mengeluarkan 30 rencana kerja tahunan (RKT) kepada perusahaan kayu di Riau untuk menebang sekitar 23 juta meter kubik kayu,” demikian laporan Kompas, 2 Desember 2009.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu juga secara detail dan gamblang menyebutkan kesibukan truk-truk kayu balak di sepanjang jalanan Riau. “Tak tanggung-tanggung, dari 30 RKT itu, Dephut telah memberi izin membabat 12 juta meter kubik kayu dari hutan alam. Bila berkunjung ke Riau saat ini, setiap saat Anda pasti akan berpapasan dengan truk-truk raksasa pengangkut kayu alam. “Kondisi ini persis seperti pada tahun 2003-2005, tatkala pembalakan liar tengah marak-maraknya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Di luar kebijakan pro-pengrusakan itu, apa yang terjadi di tempat penebangan? Berton-ton karbon dioksida akan lepas ke atmosfir dan menyebabkan efek rumah kaca. Ini kembali memperkuat pernyataan mantan Kepala BMG Riau, Blucher Doloksaribu, Juni lalu, bahwa suhu udara minimum di Riau meningkat dua derajat celsius dibanding kota-kota industri lain di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dewan Nasional Perubahan Iklim juga melaporkan bahwa pengeringan lahan gambut serta deforestasi merupakan penyebab utama tingginya tingkat emisi karbon Indonesia. Emisi karbon ini telah berkontribusi besar terhadap perubahan iklim global. Besaran emisinya mencapai 83 persen dari total emisi karbon Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini juga menegaskan perkebunan sawit, hutan tanaman industri, dan aktivitas penebangan di Indonesia juga besar menyumbang emisi. Karena itu, institusi ini menawarkan penerapan kebijakan nol deforestasi (nol penghancuran hutan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Masalah sudah diidentifikasi, solusi juga sudah ditawarkan, bahkan oleh lembaga bentukan presiden. Sejak dilantik, SBY berkomitmen menjadikan isu lingkungan dalam program kerja 100 hari pertamanya. Memasuki pekan pertama Desember, waktu untuk merealisasikan janjinya sudah 50 hari berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara di belahan dunia lain, sejumlah perusahaan besar yang biasa membeli produk-produk minyak kelapa sawit dan kertas produksi Indonesia, sudah banyak membatalkan kontrak pembelian. Sebab mereka yakin, produk kertas atau kelapa sawit itu dihasilkan dengan menciptakan konflik masyarakat, terbunuhnya beberapa penduduk, menghancurkan hutan, dan membinasakan orang utan dan binatang yang dilindungi lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;SBY, yakinkan kami bahwa Anda bisa berbuat dengan menghentikan aktivitas penghancuran sisa hutan alam oleh perusahaan. Segera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000099;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'times new roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;*Diterbitkan Bahana Mahasiswa Universitas Riau, edisi Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-1452560227566403006?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/1452560227566403006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=1452560227566403006' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1452560227566403006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1452560227566403006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2010/03/bicara-kita-bisa-bertindak-siapa-bisa.html' title='Bicara Kita Bisa, Bertindak Siapa Bisa?'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-6094843951920064621</id><published>2009-02-22T21:33:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T21:35:01.790+07:00</updated><title type='text'>Kolonel (pnb) Dody Trisunu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kepala Kolonel (Pnb) Dody Trisunu, Komandan pangkalan udara (Danlanud) Pekanbaru, langsung tegak, Kamis (19/2). Matanya yang tadi mulai ngantuk, tiba-tiba menyorot penuh perhatian ke arah Andre, mantan karyawan perusahaan sekuriti, kontraktor PT Chevron Pacific Indonesia di Duri Camp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre yang sejak tadi berdiri semakin lantang dan menyambut sorotan tajam Sang Komandan. Mic yang dipegangnya pun semakin digenggam erat. Sementara Doktor ekonomi Universitas Riau yang berada di samping Kolonel Dody pun mulai memperhatikan apa yang dibicarakan sang mantan sekuriti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Andre mengacungkan tangan kirinya ke arah kolonel yang tahun 1987 menjadi Dan Flight Lat Skadron 11, Lanud Hassanudin, Makasar. Sang mantan sekuriti lalu setengah berteriak ia kembali mengacungkan tangan kirin untuk kesekian kalinya ke arah kolonel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonel Dody yang mendengar pernyataan tegas itu lalu mengambil mic yang ada di depan mejanya. “Saya senang berdialog dengan kalian, anggota-anggota HMI. Saya juga pernah membaca buku yang Anda sampaikan tadi, waktu pendidikan di luar negeri,” ujar lulusan Combined Fighter Weapon Instruktur Course, 2001 ini dengan tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah anggota-anggota HMI kalau berdialog. Meski raut wajah Kolonel Dody sempat mengisyaratkan ngantuk dan malas karena persiapan acara yang amat buruk, ia justru melihat kecerdasan di setiap pembicaraan anggota-anggota HMI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berantakan? Malam itu, ratusan kursi di ruang seminar Hotel Mona, Panam, Pekanbaru terlihat kosong. Hanya diisi puluhan orang. Mungkin kurang dari 20 orang. Sementara di meja depan, ada Kolonel Dody dan Dr Deliarnov, dosen ekonomi Universitas Riau. Mereka didaulat mengupas tentang perdagangan bebas dan pertahanan perbatasan yang digelar dalam Musyawarah Daerah (Musda) Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kecewa teramat berat dengan panitia. Sebab acara yang menghadiri Danlanud Pekanbaru dan doktor ilmu ekonomi itu sepi peminat. Apalagi, acara yang molor satu jam lebih, seminar yang berakhir hingga jam 12 malam, dan properti infokus yang tidak bisa dioperasikan, menyempurnakan, pelaksanaan acara yang buruk. Ketika seminar berlangsung, puluhan peserta justru asyik duduk, ngobrol, merokok dan cekikikan di luar ruangan. Suatu sikap yang tidak menghargai orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itulah yang membuat kolonel yang lahir di Jambi 19 Juli 1962 itu sempat tak bersemangat. Apalagi slide yang seharusnya ditampilkan gagal hingga seminar dimulai 30-an menit berikutnya. Namun materi pertanyaan yang disampaikan tiga anggota HMI, cukup membuatnya bersemangat. Betapa tidak, tiga perserta yang bertanya, menyampaikan opini dan pertanyaan. Namun di setiap pertanyaan atau opini, mereka mengutip sejumlah buku. Dan buku yang mereka baca, juga pernah dibaca oleh mantan Dan Wing III Lanud Iswahyudi, Madiun, 2007 itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lupa akan acara yang berantakan dan kursi yang banyak melompong itu, Dody Trisunu melanjutkan materi pembicaraan. Isinya pun semakin berbobot. Berbagai buku dikutipnya, suatu isyarat bahwa Sang Kolonel juga seorang komandan yang rajin baca buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia menjelaskan bagaimana pertahanan perbatasan Indonesia di Selat Melaka. Amat detail. Bahkan terkesan membuat orang geleng-geleng kepala, termasuk saya. Dan ternyata, apa yang disampaikan menit-menit kemudian, terdengar lebih miris….., geram dan tanpa diajak, orang-orang di ruangan itu seperti segera ingin memaki dan meninju semua politisi di DPR RI. Loh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang komandan juga bercerita pengalamannya. Beberapa bulan lalu, ia terbang di ketinggian 25 ribu kaki masih di atas wilayah Indonesia, tiba-tiba terdengar perintah dalam bahasa Inggris, bahwa ia harus segera melapor ke Singapura. Lha? (zmi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-6094843951920064621?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/6094843951920064621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=6094843951920064621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6094843951920064621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6094843951920064621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2009/02/kolonel-pnb-dody-trisunu.html' title='Kolonel (pnb) Dody Trisunu'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-2700689652759016009</id><published>2009-02-15T18:02:00.000+07:00</published><updated>2009-02-15T18:04:07.463+07:00</updated><title type='text'>lintang</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande'; font-size: 11px; "&gt;&lt;div style="clear: none; line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;intang, bujang kecil berkulit hitam&lt;br /&gt;mengayuh kebut sepedanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lapan puluh kilo setiap hari&lt;br /&gt;demi sekolah yang tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lintang, harta karun terpendam&lt;br /&gt;jenius kebanggan kelas kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala ilmu segala pelajaran&lt;br /&gt;gampang diserap dicerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau mutiara cahaya pelita&lt;br /&gt;bintang kejora kami punya&lt;br /&gt;*Netral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik yang sangat kuat dan memberi spirit. Saya suka dengan profil lintang. Apalagi kalau udah baca bukunya. Aku posting lirik ini setelah mendengar Netral melantunkan lagu bergenre rock ini di sebuah stasiun tv Minggu (15/2) siang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Lintang, yang telah aku baca bukunya, seakan mengingatkanku tentang seorang teman satu SD di Padanglua, Batusangkar, Sumbar. Waktu itu kami kelas 2. Mungkin sekitar tahun 1989. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Nanda. Dia selalu mendapat nilai tinggi sejak kelas satu. Tapi ketika aku pindah ke kampung halaman, aku jadi pesaingnya. Di kelas dua itu, selama tiga catur wulan aku yang jadi juara satu. Namun ketika naik kelas tiga, bapakku kembali ke Padang, termasuk aku pun harus pindah sekolah. &lt;br /&gt;Nanda pun kembali ke posisi juara satu. Oleh guru-guru, dan teman-temanku, anak seorang petani pemilik heller (penggilingan padi) ini, merupakan anak yang pintar sekaligus cerdas. Citra cerdas itupun masih aku dengar hingga aku kelas 3 MA di Darunnajah, Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, sobat cerdasku itu, tidak bisa melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Satu cerita yang paling aku benci, karena kecerdasannya tidak mendapat tempat. Entah kenapa dia tidak melanjutkan studi. Aku jarang jumpa dia ketika aku pulang kampung. Aku sendiri jarang pulang kampung. Hanya kabar yang aku dengar, terakhir, dia bekerja sebagai sopir travel antar provinsi. Aku juga dengar dia sudah beristri dan punya anak kecil. Sayang aku tak lagi bertemu setelah ia nikah dan punya anak. Umurnya paling kurang satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2008, ketika aku pulang kampung, adikku mengabarkan, bahwa Nanda, sobat cerdasku itu, meninggal dunia. Nanda meninggal karena kelelahan luar biasa dan DBD. Aku syok lalu terdiam kaku. Seakan tak percaya dengan rencana Tuhan atas sobat cerdasku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanda, kecerdasanmu semoga mengalir ke darah anakmu yang hingga sekarang aku juga belum bertemu dengan bayimu itu. Akhirnya aku yakin, meski kisahmu begitu dramatis, Tuhan tetap punya rencana bagus untuk mu. Tapi aku tak tau apa rencana Tuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamku dari dunia untuk mu sobat Nanda di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-left: 0px; clear: both; padding-bottom: 0px; "&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: none; line-height: 14px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; "&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30221700&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=51526347435&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=51526347435&amp;amp;id=1463413576" style="cursor: pointer; color: rgb(59, 89, 152); text-decoration: none; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-2700689652759016009?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/2700689652759016009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=2700689652759016009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/2700689652759016009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/2700689652759016009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2009/02/lintang.html' title='lintang'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-8263038696821859192</id><published>2009-01-27T18:35:00.001+07:00</published><updated>2009-01-27T18:35:42.756+07:00</updated><title type='text'>de ja vu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;Se&lt;/o:p&gt;nin (26/1) petang, aku pulang dari Kantor Antara, setelah bercengkrama dengan temanku Rian dan bang Ucup (rcti). Tubuhku letih, dan kepalaku penat. Kantor baruku ternyata gajiannya tanggal 27, bukan tanggal 25 seperti di kantor lama ku. Ternyata aku salah menghitung perencanaan. Mungkin itu yang membuatku agak mumet, satu pekan terakhir. Fiuh.......&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setiba di rumah, aku menonton, lalu terlelap di kasur lipat yang terbentang depan televisi. Aku pun terjaga oleh deruman motor bebek temanku. Dia hendak ke Selatpanjang malam itu juga menemani seorang politisi Golkar yang bertarung di pemilu legislatif Provinsi Riau. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mataku masih setengah watt. Terlintas di benakku, aku tidak ingin liqo. Aku ingin istirahat, sebab begitu capeknya hidupku seharian di hari libur itu. Setan terus menggelayut di pelipisku.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana tidak, pagi harinya, setelah salat subuh, aku berolahraga kecil di halaman belakang sembari mendengar radio smart fm atau channel lainnya yang memutar lagu dengan beat tinggi. Sekira jam 7, aku harus ke Bandara SSK Pekanbaru bersama ilham, untuk live reporting HUT Garuda Indonesia ke 60. Lalu  ke radio sampai siang. Kemudian HP berdering, aku bertemu dengan temanku di sebuah warnet. Dia minta dibimbing bikin email dan mencari bahan kuliah untuk istrinya di Kabupaten Inhu. Jelang sore aku ke Antara. Begitulah hari Imlek2560 aku lewati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amat melelahkan dan menggoda jiwa malasku untuk terus tidur dan tidak ikut liqo. Aku bahkan sudah mendapat alasan untuk menjawab pertanyaan orang-orang kenapa aku tidak ikut liqo. Cuaca gerimis. he.h.eh...&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi ternyata ada sesuatu yang bergerak di rongga paling kosong di hatiku. Aku pun bangun ketika azan maghrib menggema. Lalu mandi, salat, memasak nasi, makan malam kemudian berangkat ke rumah ust Sofyan Siraj di Panam. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menjelang sampai di rumah ust, azan isya menggema, aku pun salat berjamaah di sebuah masjid. Ada yang menarik perhatianku di masjid itu. Ada seorang anak remaja yang kira-kira berumur 13 tahunan salat di sampingku. Bukan hanya wajib, ia juga salat sunnah ba'diah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku mengalami dejavu. Jadi teringat kehidupanku di Darunnajah, pada 10 tahun lalu. Seorang remaja yang aktifitasnya selalu berjamaah, hampir di setiap salat wajib per hari. Dan remaja itu membuatku iri dan bersemangat lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, sungguh aku ingin mengulanginya lagi...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-8263038696821859192?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/8263038696821859192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=8263038696821859192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/8263038696821859192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/8263038696821859192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2009/01/de-ja-vu.html' title='de ja vu'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-1930573352805606788</id><published>2008-09-29T01:01:00.000+07:00</published><updated>2008-09-29T01:03:38.525+07:00</updated><title type='text'>cerita hidup</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;malam ini aku memilih untuk berjalan kaki menuju mes di alegria, parit husin II, pontianak, kalimantan barat. petanda waktu di handphone sudah menyatakan dini hari, untuk Senin (29/9). keringat mulai membasahi leher, dada dan punggungku. cuaca panas, tiada hujan sepanjang tiga hari terakhir. tapi hatiku beku. satu balok es yang keras menyesak di dadaku. keras sekali dan beku.&lt;/span&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 153);" class="entry"&gt;&lt;div&gt;      &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;satu arti tentang integritas diri dan pertemanan mulai muncul. aku tidak menyalahkan dia yang membuatku amat jengkel di kantor.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;jarak dari kantor tinggal setengahnya, 400 meter. kedua tangan ku masukkan ke dalam kantong jaket. seperjalanan 100 meter, kepalan tangan itu berkeringat, panas. aku menghela nafas. dua sariawan masih perih di bibirku. itu karena panasnya suhu tubuhku. tapi hatiku masih beku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;satu arti tentang perjalanan hidup kembali muncul dengan sendirinya. terlintas wajah ibu ku yang kini makin tirus dan menua. fragmen itu berganti wajah ayah ku. kini uban di rambutnya semakin banyak. tak terbendung oleh usahanya yang hampir tiap bulan menyemirnya kembali jadi hitam. Otot di lengan dan betisnya sudah tak nampak. kecuali gelayutan daging yang lemah. ia sudah tak sekuat 10 tahun lalu. umurnya semakin berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;siluet itu hilang dan pandangan jadi gelap. tiba-tiba muncul wajahku yang lusuh. lusuh karena kerja dan pulang berjalan kaki. tapi wajah itu menatap tajam, keras. tapi di dadanya masih ada balok es yang beku dan dingin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;aku sadar. aku berbeda dengan kamu atau siapa pun. aku punya tensi emosi sendiri. juga cara jalan, bicara dan berpikir sendiri. tersenyum pun aku punya cara sendiri. apalagi cerita tentang hidup dan pengalaman tempo dulu. aku punya sendiri dan jalan cerita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;percuma Tuhan menciptakan manusia kalau semuanya punya kadar, gaya dan cerita yang sama. membosankan. jadi bukan karena kamu yang salah berteman dengan aku, atau karena aku salah bersikap. tapi karena aku punya cerita hidup sendiri. biarkan aku membuat jalan ceritanya sendiri. tapi hatiku masih beku dan keras.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;tiba-tiba aku ingat adikku. anak dari adik ibuku. mereka sepasang dari dua saudara ibuku. mereka adalah anak yatim. anak yatim yang hidup di keluarga besar yang pernah salah mengelola hidup. entah kenapa, balok es di dadaku jadi meleleh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;mataku mulai berkaca. nafasku tersengal. tak terasa, tetesan air mengalir di sudut bola mata. aku masih di dalam perjalanan menuju mes. tinggal 100 meter lagi. aku singgah di atm bank mandiri. aku masih terisak-isak di sana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;dua adikku itu kini sedang sekolah, satu kelas III SMA, satu lagi kuliah di Bukittinggi. kuliah? ya, oleh saudara bapaknya, gadis berkacamata tebal itu disekolahkan di perguruan tinggi. satu niat yang amat saya sanjung. bapaknya sendiri sudah cerai, sejak ia masih sekolah dasar di padang. sedangkan ayah dari remaja SMA itu, sudah lama berpisah. sang ayah itu kini tinggal di sebuah gubuk di ladang di kampungnya. aku pernah melihat pria itu, dan dulu ia gagah. tapi informasi yang aku peroleh terakhir, laki-laki itu kini menyendiri di ladang. tragis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;aku kembali menangis. bukankah mereka punya cerita hidup sendiri di dunia ini. lalu apakah mereka bisa membuat cerita itu jadi lebih indah? sampai mereka tamat sekolah, kuliah lalu bekerja dan mendapatkan gaji? bisakah itu terjadi, sementara ibu mereka sudah asosial dan labil. sepasang anak itu hanya punya ibu. ibu yang tidak menghasilkan apa pun kecuali tindakan purba, yakni melindungi dari gangguan faktual.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;mereka adalah adik-adikku. meski mereka tidak pintar. apakah mereka akan menjadi lintang dalam cerita novel laskar pelangi? apakah mereka harus menutup rapat pintu masa depan dan bertindak seadanya di dunia ini? apakah aku dapat berperan dalam cerita-cerita hidup mereka kelak?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;aku punya cerita sendiri dan jalan hidup sendiri, kawan. hidupku bukan untuk satu hari besok.(*)&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-1930573352805606788?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/1930573352805606788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=1930573352805606788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1930573352805606788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/1930573352805606788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2008/09/cerita-hidup.html' title='cerita hidup'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-6249686779769340183</id><published>2008-09-29T00:58:00.000+07:00</published><updated>2008-09-29T01:01:24.537+07:00</updated><title type='text'>waktu</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(102, 0, 204);" class="post" id="post-13"&gt;      kini aku di pontianak lagi. satu minggu lalu aku hidup di singkawang, sejak 19 juni, bersama teman-temanku yang dari yogya. bercengkrama dan mengenal dekat orang-orang singkawang dan mereka yang bekerja di singkawang. pengalaman yang begitu membuat hidupku bercorak. setidaknya aku punya sahabat baru, punya saudara baru dan pengalaman baru. bersahabat dan bersaudara dalam kurun waktu amat singkat, selama dua bulan lebih.&lt;div class="entry"&gt; &lt;p&gt;jika beromantisme-ria, kenyataan aku ditarik ke pontianak, begitu kejam. tapi itulah hidup, waktu begitu cepat memproses jati diri kita. kalau tidak sadar atas kesia-siaan yang telah kita perbuat, maka, diri ini hanyalah sebatang kayu yang hanyut ke sungai deras. kadang sampai ke lautan lepas, kadang nyangkut di anak sungai lalu membusuk kemudian lapuk. dan tidak satu orang pun tau tentang riwayat kayu busuk itu kecuali dirinya dan Tuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;begitu juga di kalimantan barat ini. tak sadar, telah lima bulan aku di sini. kini aku mulai bergerak maju, seperti yang sangat aku inginkan tentang sejarah hidupku sendiri. sejarah yang aku ukir sendiri, dan membuat ibu dan bapakku bangga, bangga telah melahirkan seorang anak, yakni aku. juga membuat bangga kakek dan amak-ku. mereka yang aku cintai dan sayangi sepenuh hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tapi tentu saja ini belum separuh jalan, se per sekianpun belum. dan entah apa jadinya aku nanti, satu tahun lagi, dua tahun atau sepuluh tahun lagi. seperti yang aku camkan pada diri, berbuat yang maksimal. toh di dunia ini hanya pekerja keras yang berhasil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;keep moving…&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-6249686779769340183?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/6249686779769340183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=6249686779769340183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6249686779769340183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6249686779769340183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2008/09/waktu.html' title='waktu'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-6818762472496996131</id><published>2008-08-27T01:30:00.000+07:00</published><updated>2008-08-27T01:48:01.817+07:00</updated><title type='text'>Negara Barat Harus Bertanya pada Julie</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sabtu (23/8), mustinya aku off. Ternyata tidak. Mulai sore hingga malam harus ku lalui dengan menyebalkan. Redaksi Pontianak lebih memilih menelpon aku, ketimbang tim skuad yang ada. Entah karena apa. Tapi memang menyebalkan, sebab, ini pertama kalinya aku mengurusi halaman dalam, hingga jam 23.30 WIB. Gila. Biasanya kerja sampai malam itu untuk mengisi halaman satu, itu pun untuk berita utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Persoalannya amat sederhana, redaksi Pontianak tidak berkomunikasi secara efektif. Begitu juga sebaliknya, skuad yang ada tidak mengkonfirmasi artikel yang terkirim. Tapi sudahlah. Toh aku juga skuad yang sama, meski off tapi (merasa) harus bertanggungjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menjelang tengah malam yang menyebalkan itu, ternyata di kala hati sedang berkecamuk karena terlambat makan lima jam, ada penawar yang jelita. Dia adalah Julie Langelier (29), perempuan cantik dan cerdas dari Quebec, Kanada. Ia bekerja sebagai relawan di satu lembaga swadaya masyarakat di Kalimantan Barat. Waktu itu, ia baru lima minggu di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di lingkaran pasar Hongkong, Singkawang, malam itu, saya bersama empat teman Indonesia nongkrong sembari ngopi di satu gerobak makan. Kami berbincang tentang banyak hal. Serta-merta darahku berisi oksigen yang kemudian terpompa dengan cepat ke syaraf-syaraf otak. Semua menjadi tersambung, terang dan bersemangat, meski hari telah larut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kepintaran Julie, bungsu dari sembilan saudara ini sangat menonjol ketika berbincang. Mungkin karena dia mantan peserta pertukaran pelajar Indonesia-Kanada antara 1996-1997. Kepenatan dan kedongkolan hati langsung hilang ketika dia mulai berbagai cerita tentang kampungnya di Quebec, satu dari 10 provinsi di Kanada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Ia lahir 1989, di provinsi yang mayoritas warga Perancis. Begitu juga dengan bahasa official-nya, juga Perancis. Kanada adalah negara federal dengan 10 provinsi, tiga di antaranya teritori. Provinsi terbesar di Kanada namun populasi terbanyak nomor dua setelah ibukota negara, Ontario.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Indonesia bagi Julie bukan hal yang asing lagi. Satu tahun ia habiskan semasa SMA di Bandung, Jawa Barat. Tahun 2007 lalu, ketika kembali bersemangat dengan memilih Indonesia sebagai negara untuk penempatan tugas sebagai volunteer. Padahal banyak negara berkembang di Asia dan Afrika yang ada dalam daftar negara yang dapat project dari LSM Kanada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Saya rencananya mau pilih Afrika Selatan atau Indonesia. Tapi karena saya suka Indonesia, saya pilih Indonesia,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Namun sayang, Julie tidak bisa pergi karena negaranya mengeluarkan travel warning. Larangan itu dirilis dalam website pemerintah. Pertengahan tahun 2008, ia baru diperbolehkan terbang ke Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Saya kesal kenapa tidak bisa. Padahal di sini aman. Saya langsung email orang pemerintah (Kanada) di Jakarta. Empat orang sampai sekarang tidak balas email saya,” ujar Julie yang hingga malam itu, masih menahan geram pemberlakuan travel warning negaranya tahun 2007 silam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Soal indikator aman atau tidaknya satu negara, memang menjadi politis dan terkesan sekadar ingin memenuhi syakwa sangka negara barat. Di samping itu, Indonesia adalah negera berpenduduk muslim terbesar. Sehingga perlu disikapi dengan memposisikan Indonesia dan mengendalikannya dengan opini-opini negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Betul, ada ancaman kemanan atau tindak terorisme yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun melalui kaca mata Julie, warga negara Kanada sendiri, Indonesia sangat aman. Ia mengatakan, warga Indonesia justru terlalu bersikap khawatir sehingga sangat mempedulikan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Kalau saya keluar malam, orang di sini selalu bilang, kenapa malam-malam keluar dek. Nanti takut diapa-apakan orang. Jangan ambil taksi di terminal nanti bayarnya mahal. Jadi saya pikir di sini sangat aman,” kata Julie.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Gembar-gembor media barat dan kebijakan negara-negara sekutunya tentang keamanan Indonesia tidak ada jaminan, ditepisnya dengan diplomatis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Kenapa mereka bilang Indonesia tidak aman. Di India, bom terdengar hampir setiap minggu. Tapi dibilang bukan teroris. Di India, kalau perempuan jalan malam-malam, laki-lakinya pasti pegang ini (payudara) perempuan. Ihh...,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seharusnya, negara-negara barat belajar dari warganya sendiri. Begitu juga dengan media-media barat. Julie sendiri, meski bukan warga Indonesia, ia selalu mempromosikan Indonesia kepada keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Bapak saya datang ke Bali beberapa waktu lalu. Mereka penasaran dengan apa yang saya sampaikan tentang Indonesia yang aman,” katanya. (*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-6818762472496996131?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/6818762472496996131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=6818762472496996131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6818762472496996131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/6818762472496996131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2008/08/negara-barat-harus-bertanya-pada-julie.html' title='Negara Barat Harus Bertanya pada Julie'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-2010824552540585524</id><published>2008-07-17T22:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-17T22:37:09.448+07:00</updated><title type='text'>Berharap Jodoh di Kaisar Langit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;*Kelenteng di Lereng Bukit Pasi Singkawang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ANGIN perbukitan 'Gunung' Pasi menerpa rambut sembilan orang yang sedang berpose di depan Kelenteng Kaisar Langit (Nyuk Fong Kiung), Minggu, awal Juli 2008. Syal kuning yang dikenakan perempuan berambut kuning, satu di antara mereka juga ikut tersibak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Staf pengajar di lembaga pendidikan Master Pontianak itu sedang mengabadikan wisata akhir pekan mereka di kelenteng yang terletak di lereng Bukit Pasi atau yang populer disebut dengan Gunung Pasi, Pangmilang, Singkawang Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ke sini cuma main-main. Ya sekadar wisata jugalah. Biar besok ngajarnya fresh," kata Hendra, satu di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya hampir seratus orang mengunjungi Nyuk Fong Kiung setiap minggunya. Umumnya mereka berasal dari luar Kota Singkawang yakni dari Kota Pontianak. Mereka datang dengan menggunakan mobil pribadi. Sedangkan pengunjung yang datang dari Kota Singkawang banyak dari anak-anak muda. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan berpasang-pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, Emel (25), karyawan swasta dari Pontianak juga datang bersama sembilan rekannya dengan menggunakan satu kendaraan pribadi. Ketika teman-temannya berkeliling kompleks dan berfoto-ria, Emel langsung menuju kelenteng nomor satu atau biasa disebut pekong lima penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ia mengambil dupa lalu membakarnya kemudian berdoa agar keluraga dan dirinya dimudahkan rejeki dan kesehatan. Namun secara khusus ia juga berdoa untuk dapat jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya doakan keluargalah. Biar panjang umur, bertambah rejeki. Kalau saya, ya biar dapat jodoh," ujar perempuan putih berambut panjang sebahu ini seraya senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Hendra maupun Emel, sebelumnya belum pernah mengunjungi Kelenteng Kaisar Langit. Namun ketika mendapat informasi adanya kelenteng yang terletak di lereng bukit di daerah Singkawang dengan pemandangan yang indah, mereka langsung merencanakan kunjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bangun di ketinggian lebih dari lima ratus meter di atas permukaan laut, Kompleks Kaisar Langit terlihat indah. Bangunan itu berdiri megah di lereng bukit dan hanya satu-satunya yang terlihat di antara rimbunya pepohonan. Dari atas bangunan tertinggi kelenteng, pengunjung akan melihat bagian selatan Kota Singkawang yang begitu memesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang tertulis dalam risalah yang terpampang di sebuah bangunan kayu bertingkat dua, dipilihnya 'Gunung' Pasi, karena dinilai ada roh makhluk abadi yang bersemayam. Secara turun temurun, roh tersebut dipanggil LinShan atau gunung yang ada rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Akim (34), pengurus kelenteng agama tao di Singkawang itu, kompleks didirikan seorang penganut yang disebut Zhau Kung Nyuan Suai pada tahun 1957. Ada delapan bangunan yang sekaligus menjadi rukun bersembahyang di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang dikelola Yayasan Dharma Suci. Setiap bangunan merupakan rukun sembahyang. Tapi kadang di sini juga orang jadikan tempat wisata," ujar Akim yang sudah tiga tahun sebagai pemandu bagi pengujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir, untuk meramaikan dan mempermudah jalan menuju kelenteng, pengurus membangun jalan aspal dan semenisasi sepanjang 1,2 kilometer. Saat ini bahkan sudah dilengkapi dengan tempat parkir dan kafe yang dikelola pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin mengunjungi Kelenteng Kaisar Langit ini, tidak lah susah. Jaraknya hanya 13 kilometer dari Kota Singkawang masuk melalui Jl Yohana Godang lalu belok ke Jl Kridasana, menuju Kelurahan Sijangkung  tepat di depan Satlantas Polres Singkawang. Tidak mudah mencarinya, hanya melihat perbukitan di sebelah kiri dan tampaklah bangunan mencolok. (zamzami)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-2010824552540585524?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/2010824552540585524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=2010824552540585524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/2010824552540585524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/2010824552540585524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2008/07/berharap-jodoh-di-kaisar-langit.html' title='Berharap Jodoh di Kaisar Langit'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-105085495235229155</id><published>2008-01-25T00:28:00.000+07:00</published><updated>2008-02-17T00:48:46.280+07:00</updated><title type='text'>Rencana Tuhan atau kebodohan saya?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#000066;"&gt;Pemenang dan pecundang sama-sama punya satu kelebihan. Jika pemenang punya kelebihan satu cara dan kerja keras, maka pecundang punya kelebihan satu alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang punya satu kelebihan cara dibandingkan orang-orang. Ada ekstra cara atau usaha yang dilakukannya dibandingkan orang-orang lain. Jika kesuksesan itu syaratnya dua kali kerja keras, maka si pemenang harus kerja keras lebih dari dua kali. Jika seorang harus menaiki 10 anak tangga untuk sukses, maka si pemenang menaiki harus mininal 11 anak tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa yang tau berapa syarat untuk menjadi sukses? Karenanya, kita hanya diminta oleh Tuhan untuk berusaha dan berdoa kemudian tawakkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kegagalan-kegagalan yang pernah Anda rasakan sebelum hari ini, dan kemudian Anda jadikan sebagai studi perbandingannya..... di manakah posisi Anda? sebagai pemenang atau pecundang kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, kalau tau ukuran sebuah kesuksesan, tentu kita tidak perlu repot-repot tuk lakukan ini dan lakukan itu. Kalau tau syarat jadi orang sukses, ya, kita tinggal ikuti saja aturannya. Tapi sayang, ternyata tidak ada yang tau, termasuk paranormal pun. Kemudian bagaimana dengan hukum kebetulan, keberuntungan atau lucky?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Teman saya sering berdebat soal hukum keberuntungan ini. Menurut dia, hukum keberuntungan ini nyata. Dia mencontohkan seorang temannya yang sewaktu di sekolah, bandel, jarang belajar, eh ternyata ketika Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SMPB), temannya itu jebol PTN. Sebaliknya, teman dia satunya lagi, yang rajin, selalu dapat nilai tinggi dan mendapat ranking tinggi di sekolah, justru tidak lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah itu kebetulan?&lt;br /&gt;Bisa kah kita meyakininya ada hukum kebetulan di dunia ini? Bisa kah kita meyakini bahwa Tuhan memberikan keberuntungan tanpa seseorang perlu berusaha’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya,&lt;br /&gt;Bisa kah kita meyakini Tuhan memberikan ketidakberuntungan bagi orang yang ‘telah’ bekerja keras untuk sebuah pencapaian? Lalu Tuhan memberinya kesialan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorry, i dont believe it, do you?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-105085495235229155?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/105085495235229155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=105085495235229155' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/105085495235229155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/105085495235229155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2008/01/rencana-tuhan-atau-kebodohan-saya.html' title='Rencana Tuhan atau kebodohan saya?'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-4881798439377041623</id><published>2007-12-21T01:03:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T22:50:47.307+07:00</updated><title type='text'>KASIH IBUNDA</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Suatu pagi di sebuah perkampungan miskin. Tampak seorang ibu dengan penuh semangat sedang membikin adonan untuk membuat tempe, pekerjaan membuat dan menjual tempe telah digeluti selama bertahun-tahun sepeninggal suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang menuntut ilmu di rantau orang. Dalam surat itu tertulis, “Bunda tercinta, dengan berat hati, ananda mohon maaf harus mohon dikirim uang kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir. Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas belajar agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda. Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lagi adalah hari pasaran, biasanya tempe hasil buatan si ibu dibawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, tempe yang dibuat dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan harapan mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirimkan ke anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari menjelang hari pasar, hati dan pikiran si ibu panik karena tempe buatannya tidak jadi, entah karena konsentrasi yang tidak penuh atau porsi tempe yang dibuat melebihi biasanya. Kemudian si ibu pun sibuk berdoa dgn khusuk di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar, memohon kepada Tuhan diberi kemujizatan agar tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi sampai tibanya dia di pasar, tempenya tetap belum jadi.&lt;br /&gt;Sepanjang hari itu dagangannya tidak laku terjual. Si ibu tertunduk sedih, matanya berkaca-kaca membayangkan nasib anaknya yang bakal tidak bisa mengikuti ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari pasar hampir usai para pedagang lain pun mulai meninggalkan pasar, tiba-tiba datang seorang ibu berjalan dengan tergesa-gesa, “Bu, saya nyari tempe yang belum jadi, dari tadi nggak ada, ibu tahu saya harus cari ke mana?”&lt;br /&gt;“Untuk apa tempe belum jadi kok dicari?” tanya si penjual heran.&lt;br /&gt;“Saya mau membeli untuk dikirim ke anak saya di luar kota, dia sedang &lt;em&gt;ngidam&lt;/em&gt; tempe khas kota ini,” kata ibu calon pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu penjual tempe ternganga mendengar kata-kata yang baru didengarnya, seakan tak percaya pada nasib baiknya, seolah tangan Tuhan memberi kemurahan kepadanya. Akhirnya tempe dagangannya diborong habis tanpa sisa. Dia begitu senang, bersyukur dan menambah keyakinan bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan diri umatnya selama manusia itu sendiri tidak putus asa dan tetap berjuang. Kekuatan berusaha dan berdoa. (Andrie Wongso)&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-4881798439377041623?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/4881798439377041623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=4881798439377041623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4881798439377041623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4881798439377041623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2007/12/kasih-ibunda.html' title='KASIH IBUNDA'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-4853126534530097190</id><published>2007-11-22T02:37:00.000+07:00</published><updated>2007-11-22T02:44:39.689+07:00</updated><title type='text'>Tukang Kayu dan Rumahnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk menghidupi keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan persaan malas dan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Dan saat membangun rumah pesanan majikannya itu, ia menggunakan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah dengan kualitas yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(Naskah diposting oleh Zamzami dari suaramerdeka.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-4853126534530097190?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/4853126534530097190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=4853126534530097190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4853126534530097190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4853126534530097190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2007/11/tukang-kayu-dan-rumahnya.html' title='Tukang Kayu dan Rumahnya'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-4512271699729503934</id><published>2007-11-17T23:56:00.000+07:00</published><updated>2007-11-18T01:16:37.121+07:00</updated><title type='text'>Hidup itu pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;color:#3366ff;"&gt;Ku akhirnya memilih&lt;br /&gt;Inilah keyakinanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanyalah sebuah luka&lt;br /&gt;Cuma luka yang agak dalam dan sakit&lt;br /&gt;Tapi itu pun soal perasaaan&lt;br /&gt;Tidak untuk sebuah mimpi buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya aku terjaga&lt;br /&gt;Sebab hari sudah siang&lt;br /&gt;Bahkan teramat siang bagi ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal sobat&lt;br /&gt;Kau menghiburku&lt;br /&gt;Kala ku pusing dan egois&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sempat membuatku bahagia&lt;br /&gt;Bahagia lahir dan bathin&lt;br /&gt;Ya.... lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, semuanya hanya bekas luka&lt;br /&gt;Yang berjejak dan membuat noktah&lt;br /&gt;Tapi itu hanya noktah, tidak lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal sobat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00.53 WIB, Juli, Riau &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-4512271699729503934?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/4512271699729503934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=4512271699729503934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4512271699729503934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/4512271699729503934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2007/11/blog-post.html' title='Hidup itu pilihan'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3381368062506773434.post-428605605546761614</id><published>2007-10-19T22:52:00.000+07:00</published><updated>2007-11-18T00:31:36.875+07:00</updated><title type='text'>Kala itu</title><content type='html'>&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mengapa kau ciptakan perasaan ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hingga ku jauh menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mengapa kau beri kesempatan itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hingga ku jauh ke sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mengapa kau hadirkan dia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mengapa hanya ada orang seperti dia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa tidak yang biasa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa kau beri obsesi dan nalar yang tinggi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hingga mampu menyelimuti nalar dan mengecoh semua yang biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hingga ku damai melanglangbuana ke langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Inikah kehidupan ku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa harus aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa tidak yang lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa tidak kau hentikan saja nadiku berdenyut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kenapa ada kesempatan lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Apa rencana Mu Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Apakah kau ingin saksikan!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Aku tenggelam di samudra Hindia dengan rongga dada penuh air?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Hanyut dengan kepala terantuk-antuk batu-batu karang yang kasar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Melayang-layang mengikuti arah angin sesukanya, lalu talinya putus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ini hidupku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Jangan permainkan aku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mana jalan pulang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ku ingin kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;08 Sep. 07&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3381368062506773434-428605605546761614?l=zamzamioke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zamzamioke.blogspot.com/feeds/428605605546761614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3381368062506773434&amp;postID=428605605546761614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/428605605546761614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3381368062506773434/posts/default/428605605546761614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zamzamioke.blogspot.com/2007/10/kala-itu.html' title='Kala itu'/><author><name>ZAMZAMI, SE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16900199113992112959</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
